Rabu, 19 September 2012

Bintang.


Bintang..
malam ini kulihat di tertawa dan tersenyum. 
apakah hanya dia yang bisa tertawa dan tersenyum? 
apakah hanya dia yang tidak bisa menangis? 
kuingin dia berbagi kebahagiaan, tapi sayang. 
kebahagian dia diambil oleh 'seseorang' disana. 
mereka lewati hari demi hari untuk berbagi kebahagiaan.
sedangkan saya hanya menangis, menangis dan menangis. 
Bintang...
Izinkan saya untuk berbagi cerita. 
memang cinta tidak harus memiliki. 
tapi bukankan saling menghargai itu lebih baik?
Bintang...
Izinkan saya meneteskan sejuta tetesan air mata.
memang saya tidak pantas menangisinya. 
tapi bukankah saya menangisinya, bukan mengambilnya dari seseorang?
Bintang...
Izinkan saya meluapkan amarah. 
memang saya tidak pantas untuk meluapkan amarah kepada siapapun.
tapi bukankah meluapkan dengan cara bercerita lebih baik? 
Bintang...
Izinkan saya cemburu. 
memang saya tidak pantas untuk cemburu. 
tapi bukankah, kasih sayang dilihat oleh kecemburuan lebih baik?
Bintang....
Izinkan aku untuk meninta kepadamu. 
jagalah dia baik baik.
teruslah buat dia tersenyum dan tertawa. 
jangan biarkan dia menangis karena 'seseorang' disana.
berilah kebahagiaan untuknya agar aku bisa merasakannya. 
tanpaku, dia bisa lebih menjadi seseorang yang lebih berharga. 
hanya itulah yang aku mau. hingga sampai suatu saat tuhan mengambilku
dia hanya menangisi aku dengan tetesan air mata kekecewaan jika melihat surat ini untuknya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dia; yang mencintaiku tanpa syarat (2)

“Selamat pagi, Sayang. Selamat tanggal 1 untuk yang ke 17 kita sayang. Maafin aku kalau aku belum bisa buat ayang bahagia. Sayang, semanga...