Minggu, 27 Januari 2013

Kepekaan itu perlu



        Hey. Kamu. Yang ada disebrang. Yang sedang menarik ujung ujung bibirmu ke pipi. Hingga akhirnya menjadi senyuman yang sangat indah.
sangat sangat indah.
Melihat senyummu adalah hal terindah bagiku. Hanya bagiku; yang sangat mencintai dengan tulus.
Mungkin, aku sangat berlebihan. Aku juga tak ingin seperti ini. Mengejarmu terus menerus.
Hanya untuk kamu. Ya, kamu. Betapa hebatnya aku?
Hanya demi seseorang yang mungkin tak peka terhadapku. ribuan orang terabaikan. Aku senang.
Awalnya, Aku memang tidak memikirkan kepekaan darimu. karena aku hanya mengagumimu, Mengagumi tanpa memiliki? Mungkin. Tapi bukankah Mengagumi dan dapat memiliki lebih baik? Ya.
Dari hari ke hari, aktivitasku untuk bersekolah menjadi bersemangat. hanya ingin melihat senyumanmu. Senyumanmu yang membuat aku menjadi sayang. Stop. Jangan beri aku senyuman lagi. Aku tak ingin sayang padamu, Bukan aku tak ingin. Tapi aku hanya takut. Kamu tidak menyayangiku kembali, dan aku takut kamu hanya bisa menyakitiku. Disakiti oleh orang yang kita sayang itu sakit. sakit sekali. Kalian pasti pernah mengalaminya. aku tak ingin mengulang kedua kalinya sayang kepada seseorang yang salah. Aku berharap kamu tidak begitu. Menyakiti bukan hanya 'Memutuskan' 'Menduakan'dll. Tapi menurutku, 'Tidak peka' itu menyakiti. Memang aku yang salah, tidak memberikan kode kode kepadamu. Hanya sekedar ingin melihat senyummu saja aku sudah dibilang 'tidak tau diri' bagaimana selebihnya? Tidak habis pikir.
Hingga akhirnya aku berfikir keras. Sudah menunggu lama, Sudah menyayangi, Sudah mengagumi, Sudah mencintai, Sudah Menerima apa adanya. Mengapa tidak dibalas dengan salah satunya, dari itu? Aku tau, Kamu belum tau kalau aku menyukaimu. Tapi apa memang aku harus memberi tau secara cepat dan langsung. Tidak. aku wanita. Wanita yang punya harga diri. Mencoba menunggumu kembali itu adalah hal yang sulit. Aku hanya ingin kamu peka. Aku sadar, sekarang. Kepekaan itu perlu. Bayangkan, Jika kita menangis beberapa bulan hanya menangisi sesuatu yang sangat menyakitkan tapi tanpa 'kepekaan' itu sangat sangat sangat sangat sakit. Aku tidak ingin menangis hanya karena kamu tidak peka. Aku juga tidak ingin berhenti mencintaimu. Apa aku harus membuat keputusan yang bulat, lagi? Lagi. lagi. lagi dan lagi. Aku benci memilih. Aku memang mencari yang terbaik. Tapi, bagaimana cara aku mencari tau bahwa itu baik atau tidak? kode saja tidak aku berikan. Memang, Aku wanita yang cuek. Tapi, Jika laki laki 'Peka' tidak berakhir begini.


"Hanya butuh kepekaan. Suatu Hal yang diinginkan bisa terjadi"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Dia; yang mencintaiku tanpa syarat (2)

“Selamat pagi, Sayang. Selamat tanggal 1 untuk yang ke 17 kita sayang. Maafin aku kalau aku belum bisa buat ayang bahagia. Sayang, semanga...